ABU MUHAMMAD THALHAH BIN UBAIDILLAH

November 19, 2008

Salah satu sahabat yang di jamin masuk surga adalah sahabat Abu Muhammad Thalhah bin Ubaidillah berikut kisah Beliau.. Selamat membaca :)

Abu Muhammad Thalhah bin Ubaidillah

Dia adalah Abu Muhammad Thalhah bin Ubaidillah bin Utsman bin Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai. Ibunya bernama Ash-Sha’bah binti Al Hadrami, saudara perempuan Al Ala’. Wanita ini telah menyatakan dirinya sebagai seorang muslimah, sedangkan Thalhah sendiri tergolong sahabat yang masuk Islam pertama kali.

Sebelum perang Badar, dia bersama Sa’id bin Zaid telah diutus Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam untuk memata-matai kafilah orang musyrik yang melintas. Mereka berdua hendak melaporkan perihal kafilah kaum musyrik kepada Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, namun Rasulullah telah berangkat ke medan perang Badar bertepatan dengan dengan kepulangan keduanya ke Madinah. Keduanya tidak tahu kalau Nabi Shallallohu ‘alaihi wasallam telah berangkat menuju peperangan Badar. Maka keduanya sampai di Madinah pada hari Rasulullah sedang bertemu dengan kaum musyrikin di Badar.

Setelah tahu kalau Rasulullah berperang, keduanya segera menyusul beliau dan para sahabat. Namun keduanya menjumpai Rasulullah telah usai berperang. Akhirnya, Rasulullah memberi bagian harta rampasan perang untuk keduanya. Dengan demikian, keduanya dianggap seperti para sahabat lain yang ikut terjun dalam kancah perang Badar.

Thalhah juga ikut serta dalam perang Uhud bersama-sama dengan Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam. Dia telah menjaga Rasulullah dari serangan musuh sampai kedua jari tangannya terpotong.1) Pada hari itu Thalhah terluka sebanyak 24 luka. Ada yang mengatakan, sebanyak 75 luka. Jenis lukanya ada yang berupa tusukan, pukulan,maupun terkena tombak. Pada waktu perang Uhud itulah Rasulullah menjulukinya sebagai Thalhatul Khair (Thalhah yang baik). Pada waktu perang Dzatul ‘Usyairah, Rasulullah menjulukinya sebagai Thalhah Al Fayyadh (Thalhah yang murah hati). Sedangkan pada aktu perang Hunain, Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam menjulukinya sebagai Thalhah Al Jud (Thalhah yang dermawan). Baca entri selengkapnya »


ABUL HASAN ALI BIN ABI THALIB

November 11, 2008

Khalifah Khulafa Ar – Rasyidin yang pertama sudah, yang kedua juga sudah, yang ketiga sudah juga pula, berikut juga Khulafa Ar – Rasyidin yang terakhir Khalifah Ali bin Thalib. Selamat membaca… :)

Abul Hasan Ali bin Abi Thalib

Nama Abu thalib yang sebenarnya adalah Abdu Manaf bin Abdul Muthalib. Sedangkan ibu Ali bin Abi Thalib adalah Fathimah binti Asad bin Hasyim bin Abdi Manaf. Wanita itu telah memeluk agama Islam dan bahkan juga ikut berhijrah. Ali bin Abi Thalib memiliki nama kuniyah “Abul Hasan” dan “Abu Turab”. Dia memeluk agama Islam sejak usia 7 tahun. Namun ada juga yang mengatakan Ali masuk Islam pada usia 9 tahun. Pendapat lain mengatakan bahwa ia masuk Islam pada usia 10 tahun, bahkan ada juga yang mengatakan pada usia 15 tahun. Dia senantiasa hadir dalam setiap peperangan dan tidak pernah tertinggal kecuali hanya pada perang Tabuk, karena pada waktu itu Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam menyuruhnya untuk menjadi pengganti beliau menjaga keluarganya. Ali merupakan seorang yang sangat dalam ilmu pengetahuannya.

Ciri Fisik Ali bin Abi Thalib

Belaiu memiliki kulit berwarna sawo matang, bola mata beliau besar dan berwarna kemerah-merahan,1) berperut besar dan berkepala botak. Berperawakan pendek dan berjanggut lebat. Dada dan kedua pundak beliau padat dan putih, beliau memiliki bulu dada dan bahu yang lebat, berwajah tampan dan memiliki gigi yang bagus, ringan langkah saat berjalan.2) Baca entri selengkapnya »


HASAN AL-BASRI

November 11, 2008

Beliau adalah putra dari dari salah satu budak dari sahabat utama Zaid bin Tsabit. Seorang budak yang paling disayangi dan diutamakan dari budak lainnya. Ibunya Khairah juga seorang budak yang paling di sayangi salah istri Rasulullah S.A.W yaitu Hindun binti Suhail, yang sering dipanggil dengan nama Ummu Salamah. Ingin tahu lebih banyak tentang kisah beliau salah satu tabi’in yang mulia ini. Baca terus kisah beliau di bawah ini….. :)

HASAN AL-BASRI

Telah datang berita gembira kepada istri Rasulullah S.A.W, Ummu Salamah, bahwa budaknya yang bernama Khairah telah melahirkan seorang bayi laki-laki.Ummul Mukminin hanyut dalam kegembiraan dan wajahnya tam­pak ceria dan berseri-seri. Dia mengutus seseorang untuk membawa ibu dan bayinya ke rumah selama masa-masa pemulihan pasca me­lahirkan. Khairah adalah budak yang paling beliau sayangi dan beliau telah rindu menantikan kelahiran bayi pertama dari budaknya itu.

Tak lama setelah itu Khairahpun datang dengan bayi di gen­dongan­nya. Ketika Ummu Salamah memandangnya, beliau langsung menyukai bayi itu karena wajahnya yang tampan dan cerah, menarik hati siapapun yang memandangnya. Baca entri selengkapnya »


SEJARAH NABI MUHAMMAD S.A.W

November 10, 2008

SABAR YAAA……………..

INSYAALLAH

1 HARI LAGI KISAH

RASULULLAH S.A.W HADIR

KUNJUNGI TERUS SAJA …………… :)


ABU ABDILLAH UTSMAN BIN AFFAN

November 10, 2008

Beliau adalah Utsman bin Affan bin Abil Ash bin Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf. Sedangkan ibundanya adalah Arwa binti Kuraiz bin Rabi’ah bin Habib bin Abdi Syams. Wanita ini telah menyatakan dirinya sebagai seorang muslimah. Pada masa jahiliyah, Utsman memiliki kuniyah “Abu Amru”. Namun ketika dia memilki putra pada masa Islam dari Ruqayyah yang diberi nama Abdullah, maka nama kuniyah-nya berubah menjadi abu Abdillah.

Utsman telah memeluk agama Islam sebelum Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam menentukan pusat dakwahnya di rumah Al Arqam. Dia juga ikut hijrah ke negeri Abisina sebanyak dua kali. Ketika Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam terjun dalam perang Badar, dialah yang menggantikan Rasulullah untuk merawat putrinya yang bernama Ruqayyah ketika sedang menderita sakit. Maka, Rasulullah meenetapkan jatah rampasan perang untuk Utsman yang pada waktu itu absen dalam perang Badar. Dalam hal ini Utsman dianggap seperti orang yang ikut perang Badar.

Setelah Ruqayyah meninggal, maka Rasulullah menikahkan Utsman dengan putrinya yang lain lagi, yakni yang bernama Ummi Kultsum.1) Dalam hal ini Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seandainya aku masih memiliki putri yang ketiga, maka aku akan menikahkanya lagi dengan Utsman.” Oleh karena telah menikahinya dua orang putri Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam, maka Utsman mendapat julukan Dzun-Nurain (orang yang memiliki dua cahaya). Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam telah membaiatnya dengan cara menjabat tangannya sendiri ketika peristiwa Baiat Ridhwan.

Al Hafizh berkata di dalam kitab Al Fath (VII/67), “Sudah sangat masyhur kalau Utsman mendapat gelar Dzun-Nurain.” Khaitsamah meriwayatkan di dalam kitab Al Fadha’il dan Ad-Daruqthuni di dalam kitab Al Farad, bahwa pernah disebutkan nama Utsman di hadapan Ali. Ternyata Ali berkata, ” Dialah seseorang yang dipanggil dengan sebutan Dzun-Nurain di surga.”

Ciri Fisik Utsman

Utsman bin Affan adalah seseorang yang tinggi badannya sedang-sedang saja dan berkulit putih, namun ada juga yang mengatakan bahwa warna kulit Utsman adalah sawo matang. Dia adalah seorang laki-laki yang berkulit luar tipis, berwajah tampan, memilki tulang persendian yang besar, jarak antara kedua pundaknya lebar, berambut lebat, dan memilki jenggot yang diberi warna kuning.

Dari Al Hasan, dia berkata,”Aku telah melihat Utsman, ternyata dia adalah seorang laki-laki yang berwajah tampan. Dibagian atas pipinya terdapat tahi lalat kecil yang menonjol, dan rambutnya telah menutupi bagian hastanya.” Baca entri selengkapnya »


ABU HAFSH UMAR BIN KHATHTHAB

November 10, 2008

Siapa sih yang tidak tahu khalifah Umar bin Khaththab, salah satu sahabat yang dijamin masuk surga. Berikut kisah sahabat yang mulia Khalifah Umar bin Khaththab. Selamat membaca :)

Abu Hafsh Umar bin Khaththab

Dia adalah Umar bin Khaththab bin Naufal bin Abdul Uzza bin Rabbah bin Abdillah bin Qarth bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Lu’ai. Sedangkan ibunda beliau bernama Hantamah binti Hasyim bin Al Mughirah bin Abdillah bin Amru bin Makhzum. Umar bin Khattab sendiri menyatakan keislamannya pada tahun keenam setelah Rasulullah diangkat sebagai Rasul Allah. 1) Namun ada juga yang mengatakan bahwa beliau memeluk agama Islam pada tahun kelima setelah masa kerasulan

Latar Belakang Umar Masuk Islam

Dari Ibnu Umar radiyallohu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallohu ‘alaihi wassalam bersabda, “Ya Allah, kokohkanlah agama Islam dengan salah satu dari dua orang yang paling Engkau cintai, yakni Umar bin Khaththab atau dengan Abu Jahal bin Hisyam.” Ternyata diantara kedua orang itu yang lebih dicintai adalah Umar bin Khaththab radiyallohu ‘anhu 2)

Ciri-ciri Fisik Umar bin Khaththab

Umar bin Khaththab radiyallohu ‘anhu adalah seorang laki-laki yang berkulit sangat putih dan terkesan kemerah-merahan. Berpostur tubuh tinggi dan botak dibagian depan kepalanya, memiliki bola mata sangat merah dan permukaan pipinya terkesan cekung. Wahab berkata, “Sifat Umar di dalam kitab Taurat disebutkan bahwa da adalah tanduk yeng terbuat dari besi seorang pemimpn yang sangat tegas.” Baca entri selengkapnya »


AR-RABI’AH AR-RA’YI

November 9, 2008

Beliau seorang tabi’in, putra farrrukh yang memiliki nama kunyah (julukan) Abu Abdirraaman, beliau lahir tak lama ketika ayahnya meninggalkan madinah sebagai mujahid fi Sabilillah, lalu ibunya yang memelihara dan mendidiknya. Majelis beliau dihadiri oleh Malik bin Anas, Abu Hanifah An-Nu’man, Yahya bin Sa’id Al-Anshari, Sufyan Ats-Tsauri, Abdurrahman bin Amru Al-Auza’I, Laits bin Sa’id dan lain-lain. Suatu ketika beliau pernah berselisih paham berkelahi sama ayahnya sendiri, saling terkam, saling tuduh, saling cengkeram. Apa sebabnya sampai tabi’in yang mulia ini sempat berselisih paham sama ayahnya sendiri…. Jangan beranjak  dapatkan jawabannya berikut dibawah ini. Baca sampai selesai yaa, selamat membaca. :)

AR-RABI’AH AR-RA’YI

Inilah saatnya kita berada di tahun 51 hijriyah. Tahun di mana kelompok-kelompok pasukan kaum muslimin memporak-po­ran­dakan sarang-sarang kekufuran di muka bumi, di Timur dan di Barat.

Mereka membawakan aqidah yang mantap bagi umat manusia, mengulurkan tangannya untuk kemaslahatan yang hakiki, menyebar­kan­nya hingga sampai ke sudut-sudut bumi untuk membebaskan ma­nusia dari peribadatan kepada sesama manusia dan membawa me­reka untuk mengabdi kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.

Saat di mana sahabat yang agung Ar-Rabi’ bin Ziyad Al-Haritsi, amir di Khurasan, pembuka pintu Sajistan dan panglima yang handal, tengah memimpin pasukan perangnya di jalan Allah, didampingi oleh seorang budaknya yang pemberani bernama Farrukh. Baca entri selengkapnya »


ABU HANIFAH AN NU’MAN

November 8, 2008

Beliau hidup pada masa sesaat sebelum berakhirnya khilafah Bani Umayah dan awal Bani Abasiyah. Imam Malik menggambarkan Abu Hanifah memiliki kekuatan dalam berhujjah, cepat daya tangkapnya, cerdas dan tajam wawasannya. Buku sejarah banyak menggambarkan kekuatan argumentasi beliau dalam menghadapi para penentang akidah. Diantara kisah Abu Hanifah adalah beradu argumentasi dengan seorang atheis yang mengingkari eksistensi Al-Khaliq Beliau bercerita:

“Bagaimana pendapat kalian, jika ada sebuah kapal diberi muatan barang-barang, penuh dengan barang-barang dan beban. Kapal ter­se­but mengarungi samudera. Gelombangnya kecil, anginnya tenang. Akan tetapi setelah kapal sampai di tengah tiba-tiba terjadi badai besar. Anehnya kapal terus berlayar dengan tenang sehingga tiba di tujuan sesuai rencana tanpa goncangan dan berbelok arah, padahal tak ada nah­koda yang mengemudikan dan mengendalikan jalannya kapal. Masuk akal­kah cerita ini?” Lantas apa jawab para Athies…. Temukan sendiri jawabannya dengan membaca kisah beliau. Selamat membaca… :)

ABU HANIFAH AN-NU’MAN

Wajahnya tampan dan ceria, fasih bicaranya dan santun tutur katanya. Tidak terlalu tinggi badannya, tidak juga terlalu pen­dek sehingga enak dipandang mata. Di samping itu, beliau suka berpenampilan rapi, wajahnya ceria dan gemar memakai we­wangian. Ketika muncul di tengah-tengah manusia, mereka bisa me­nebak kedatangannya dari bau wanginya sebelum melihat orangnya.

Itulah dia Nu’man bin Tsabit bin Al-Marzuban yang dikenal dengan Abu Hanifah, orang pertama yang meletakkan dasar-dasar fikih dan mengajarkan hikmah-hikmah yang baik.

Abu Hanifah masih merasakan hidup sesaat sebelum berakhirnya khilafah Bani Umayah dan awal kekuasaan Bani Abasiyah. Beliau hidup pada suatu masa di mana para khalifah dan para gubernur memanjakan pa­ra ilmuwan dan ulama hingga rejeki datang kepada mereka dari se­gala arah tanpa mereka sadari. Baca entri selengkapnya »


RAJA NAJASYI

November 8, 2008

Beliau bisa dikatakan tabi’in, namun boleh pula dikatakan se­bagai sahabat. Hubungannya dengan Rasulullah S.A.W ber­lang­sung melalui surat menyurat. Ketika beliau wafat, Nabi S.A.W melakukan shalat ghaib untuknya, shalat yang belum pernah beliau lakukan sebelumnya.

Dialah Ashhamah bin Abjar yang dikenal dengan sebutan An-Najasyi. Marilah pada kesempatan yang barakah ini sejenak kita te­lusuri kehidupan seorang tokoh besar kaum muslimin ini. Selamat membaca….. :)

Ayah Ashhamah adalah raja negeri Habasyah dan tidak memiliki anak melainkan beliau. Kondisi ini dipandang kurang baik untuk masa depan negeri itu. Sebagian tokoh Habasyah saling berbisik: “Raja kita hanya memiliki seorang putera. Dia hanya menyusahkan. Dia akan mewarisi tahta bila raja wafat dan mengantar kita ke arah kebi­na­saan. Lebih baik kita bunuh sang raja dan kita angkat saudaranya men­jadi raja baru. Dia memiliki duabelas putera yang membelanya se­masa hidup dan menjadi pewarisnya bila meninggal.”

Dengan gencar setan membisiki dan memprovokasi mereka hingga mereka membunuh rajanya dan mengangkat saudaranya untuk menggantikannya. Baca entri selengkapnya »


ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ

November 7, 2008

Nama dan Nasab Abu Bakar

Nama lengkap Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Ka’ab bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai. Sedangkan nama ibu beliau adalah Ummul Khair Salma binti Shakhr bin Akir, yang meninggal dunia sebagai seorang muslimah.1)

Ali bin Abi Thalib bersumpah dengan nama Allah bahwa Allah-lah yang telah menurunkan dari langit nama Ash-Shiddiq untuk Abu Bakar.2)

Sifat-sifat Abu Bakar

Diriwayatkan dari Anas radhiyallohu ‘anhu, dia berkata: “Abu Bakar adalah orang yang suka memakai daun pacar dan daun katam untuk mewarnai rambutnya.”3)

Dari Qais bin Abi Hazim dia berkata, “Aku bersama-sama dengan ayahku berkunjung kerumah Abu Bakar. Dia adalah seorang yang berperawakan kurus, tidak terlalu banyak daging dipipinya, dan berambut putih.”4)) Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.